Selasa, 02 April 2013

Galau-Galau Melankolis


Catatan Kecil...
17.47 wita


Setiap orang berhak bahagia. Meski begitu, harus di ingat bahwa bahagia yang sesungguhnya bukan berasal dari sesuatu yang dipaksakan. Bahagia itu sederhana. Karena sesuatu yang benar-benar datang dari lubuk hati.

Tapi inilah kehidupan dengan berbagai dinamikanya. Setiap manusia memiliki karakter sendiri-sendiri. Tentang  bagaimana dia menyikapi hidup, bagaimana memperlakukan takdir dan bagaimana meresapi segala sesuatu yang telah terjadi. 

Terkadang ikhlas menjadi jalan terakhir yang harus di tempuh. Namun itu jika kita benar-benar merasa menjadi makhluk yang percaya dengan ketetapan Sang Pencipta. Percaya pada ketentuan yang telah di gariskan pada kita.

Tentang arti galau. Itu manusiawi. Siapapun berhak merasakan galau. Kecuali jika dia tidak mempunyai hati dan rasa. Galau itu bukan hanya untuk cinta pada lawan jenis. Galau bisa terjadi pada situasi apapun. Saat kenyataan tak sesuai dengan harapan, hal inilah yang akan menjadi titik awal resah tak terdefinisi itu.

Setiap orang beda. Beda dalam hal menyikapi masalah.

Bagiku masalah itu warna. Tak ada masalah, yaah tidak seru (seperti kata-kata di iklan minuman).  Kita tidak akan pernah mengetahui arti bahagia jika tidak mengalami kesedihan.

Di senja ini, ada beberapa anak lelaki yang sedang bercengkrama dengan papan skate nya. Ada lelaki remaja yang sedang asyik bersepeda. Hingga mataku terusik dengan pandangan aneh dari 3 orang remaja kecil yang diarahkan padaku. Ahaaa! Aku tersenyum lucu.

Entah apa yang menjadikan mereka begitu lama menatapku yang duduk sendirian di atas motor matic sambil mengutak-atik handphone. Menurutku : mungkin aku mirip dengan salah satu orang yang mereka kenal, atau karena aku sedang duduk sendirian, atau mereka risih karena aku sibuk mengutak-atik  handphone tanpa peduli dengan orang di sekelilingku (pikirnya : “kakak itu kok sms an muluu yah?” | padahal aku sedang ngetik tulisan untuk blog ku via handphone), atau mereka tertarik dengan wajahku yang unyu-unyu baby (eits, gag boleh protes!) Apapun alasan nya, aku gag risih. Mereka berhak untuk itu.

Hingga malam menggantikan senja, aku masih enggan beranjak dari posisi nyaman. Menikmati suasana yang sudah sangat sering kurasakan. Dan aku tidak pernah bosan. Karena bagiku, ketika menikmati senja, ada kekuatan baru untuk selalu hidup dan bahagia. Meski dari senja, banyak tercipta tulisan-tulisan galau melankolis (minjem istilah richi anyan).

Karena sebenarnya hidup itu sederhana, yang hebat itu tafsirannya (Pramoedya Ananta Noer).

Sunset at Celebes Convention Center, March 29, 2013

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar