Kamis, 30 Mei 2013

Kongres VI IMAKAB "Cinta Untuk IMAKAB"

IMAKAB said "are you love me? 

IMAKAB (Ikatan Mahasiswa Kabupaten Buton) Makassar kembali mengalami  regenerasi. Sejak 3 juni 2007 didirikan, ini untuk ke 6 kalinya IMAKAB Makassar menyelenggarakan kongres. Kongres VI di laksanakan di Tanjung Bayang pada tanggal 25-26 mei 2013. Kongres ini di ikuti oleh  anggota IMAKAB Makassar yang berasal dari Kecamatan Pasarwajo, Kecamatan Wolowa, Kecamatan Wabula, Kecamatan Lapandewa dan Kecamatan Sampolawa. 

Kongres ke VI juga di hadiri sekaligus dibuka oleh salah satu tokoh masyarakat yang di tuakan oleh IMAKAB Makassar yaitu bapak LA DEMA, SE. Dalam sambutannya, beliau berharap agar para pengurus yang akan terpilih nanti bisa lebih peka melihat kondisi yang terjadi dalam tubuh IMAKAB Makassar sekarang. Beliau juga menghimbau agar IMAKAB Makassar bisa di sosialisasikan ke pemerintah dan masyarakat kabupaten Buton tentang adanya organisasi mahasiswa yang mengatasnamakan daerah, agar masyarakat bisa mengetahui bahwa ada generasi-benerasi penerus yang juga menginginkan kemajuan daerah kabupaten buton.

Dalam kesehariannya, suatu organisasi pasti akan mengalami banyak permasalahan. Dalam setiap periode kepengurusan, upaya menyatukan mahasiswa yang berasal dari setiap kecamatan yang tergabung di kabupaten Buton didalam IMAKAB Makassar, bukanlah hal yang mudah. Meski berada dalam satu rumpun, budaya dan kondisi emosional masing-masing kecamatan masih terlihat perbedaan yang signifikan.

Selain itu, kesekretariatan juga menjadi kendala yang berkepanjangan. Semenjak didirikan tahun 2007, IMAKAB Makassar memang belum memiliki sekretariat yang tetap. Dari para generasi-generasi sebelumnya, tidak adanya sekretariat merupakan salah satu kendala untuk mensolidkan anggota dan pengurus IMAKAB.

Melihat sejarah IMAKAB Makassar, pada kongres ke IV tahun 2011 (*baca “IMAKAB bukan hanya untuk Makassar”), nama IMAKAB Makassar pernah mengalami perubahan yaitu IMAKAB Indonesia. Ini bukan hanya pergantian nama, tapi secara substansi, fungsi organisasi juga telah berubah. IMAKAB tak hanya milik Makassar, tetapi meng-Indonesia. Namun melalui beberapa pertimbangan dan pendapat dari para pengurus, anggota dan DPO (Dewan Pertimbangan Organisasi) pada kongres ke V tahun 2012, nama IMAKAB Indonesia di kembalikan menjadi IMAKAB Makassar. nama IMAKAB Indonesia secara substansi terlalu besar jika dibandingkan dengan kondisi IMAKAB itu sendiri.

Memahami kondiri IMAKAB Makassar yang sedang terjadi sekarang, pengurus terpilih akan mempunyai tugas besar. Menjadikan nama IMAKAB Makassar benar-benar berada dalam hati anggota dan pengurus, ini merupakan perkara yang sulit. Mungkin saja mereka memiliki semangat dan keinginan yang sama, tetapi pola pikir dan kemampuan yang dimiliki masing-masing anggota tetap saja berbeda.
Namun, inilah dinamika berorganisasi. Perbedaan pendapat dan perdebatan adalah warna yang akan sering terjadi. Karena dari perdebatan dan perbedaan kita banyak belajar untuk memahami dan menentukan sikap. Terlebih lagi pada generasi-generasi yang kelak akan memimpin daerah (Insya ALLAH), menghadapi dan menyelesaikan setiap masalah itu adalah kebutuhan.


Hingga Kongres VI IMAKAB Makassar mencapai kesepakatan dengan memilih Aan Suryatwan dari kecamatan Pasarwajo sebagai Ketua Umum periode 2013-2014. Dan dari Ketua Umum terpilih, ada banyak harapan yang ingin di sampaikan, namun di wakilkan dalam satu kalimat yaitu “mari kita sama-sama menghadirkan cinta untuk IMAKAB”. 

2 komentar:

  1. Catatan yang bagus, dinantikan tulisan-tulisan berikutnya..

    BalasHapus