Senin, 18 April 2011

Preventif 06 in Violet


Tabee senior…  permisi senior.. preventiv 06..
Teman-teman masih ingat gag kata2 itu???? 5 tahun yang lalu, saat kita baru menginjakan kaki di kampus Violet yang sama-sama kita banggakan (haah bangga..??????) Saat itu kita tidak saling kenal dan hanya bisa saling menatap penuh makna. Entah karena penasaran dengan teman yang lain atau karena kekaguman terhadap lawan jenis. Saat itu kita benar-benar dalam masa transisi. Masa peralihan dari siswa menjadi mahasiswa. Kalau di SMA kita mengenal guru di Perguruan Tinggi kita mengenal dosen, dari mata pelajaran menjadi mata kuliah.
Ospek. Masa-masa yang sangat menakutkan saat itu (bagiku, entah bagimu seperti apa). Banyak khayalan yang terbayang dibenak kita saat mendengar kata itu. Satu maklumat yang tidak pernah berubah “ senior selalu benar dan maba selalu salah”. Terbayang gag teman2, saat kita mau memberontak ketika  dihukum dengan kesalahan yang tidak jelas. Katanya kebersamaan. Atau apalah itu. Semua aturan2 yang membuat kita muak dan benci dengan senior. Banyak kenangan yang kita lalui bersama untuk melewati masa-masa Neraka itu. Dapat teman baru, pengalaman baru, bahkan ada yang menemukan cinta. Ini membuatku merasa lucu dan menggelitik. Pengen tertawa puas rasanya jika mengingat kisah lugu itu.
Saat Ospek berlalu,, kita mulai sibuk menjalani kehidupan sebagai mahasiswa..(????????) tapi apa saat itu kita sudah paham, dengan nama yang sudah kita sandang?? Yah, Mahasiswa..??? aku masih mengingat beberapa wejangan dari senior-senior ku, Mahasiswa hedonis, organisatoris, dan apalah itu.. kita berada dikelompok mana yah?? Senior ku juga bernah berkata seperti ini “ Mahasiswa dan Polisi itu beda-beda tipis, kurang lebih 11 - 12  lah gitu, sama-sama pengayom, pelindung masyarakat”. Tapi apa kita benar-benar menjadi mahasiswa seperti yang diharapkan masyarakat? Intinya saat itu kita adalah Mahasiswa yang siap menjadi  social of control. Betul kah? Yang ada dibenak kita saat itu adalah jadwal kuliah, kampus, kuliah, kerjakan tugas, ujian dan begitu seterusnya. Hingga waktu terus menjawab segala kebingungan kita.
Tapi lupakanlah. Kini kita telah berada di akhir perjuangan sebagai seorang mahasiswa. Akhir tahun 2010 lalu, kita telah disibukan dengan aktifitas penghujung proses akademik. KKLP, Magang, dan menyusun Proposal. Dan kini bahkan kita telah melewati masa-masa yang sangat menegangkan plus membahagiakan. Ujian Meja.
Gimana perasaan mu semua saat menjalani proses itu?? Deg-degan, grogi, takut, tapi bangga plus senang. Usai itu Wisuda deh. Rasanya plong banget perasaan. Aku pernah mendengar ucapan dari teman preventif (namanya gag usah disebut yah) katanya gini “ andai  mereka tahu, setiap hembusan nafas, setiap derai air mata dan setiap tawa adalah rasa bangga yag tidak ternilai. Tidak bisa ku ungkapkan dengan kata-kata”. Hahahahaha……
Seperti itukah euphoria setelah wisuda???
Kini, pasca wisuda.. apa yang akan kita lakukan? Yang aku tahu, mungkin kita aka berpisah. (dimana ada pertemuan disitu ada perpisahan) yah berpisah. Kita akan kembali menjalani aktifitas kita di tempat kita berasal. Menjalani kehidupan dan mengabdi sesuai dengan basic Ilmu kita masing-masing. Himapzi, Himapromkes, Ormaju AKK, Himalogi dan HMJ KLKK, Wadah Orgaisasi yang menaungi disiplin ilmu kita. Kita  banyak memiliki kontribusi di wadah itu. Kita juga banyak belajar dari organisasi itu. dan Almamater kita tercinta “ Violet “ kau banyak memberi kami berbagai pengalaman dan membuat kami menjadi lebih dewasa dengan masalah dan hal-hal negative meupun positive hingga kami menjadi makin kritis.
Preventif telah mempertemukan kita, membuat kita saling kenal dan saling memiliki. Akhir dari proses akademik kita bukanlah berakhir untuk selama-lamaya. Meski mungkin kita tidak akan bertemu lagi. Tapi Preventif telah mendarah daging. Segala canda tawa, kesalahan, dan kenangan yang telah kita torehkan akan menjadi sejarah untuk kita, Preventif dan Violet. Tidak ada kata Selamat Tinggal tetapi Sampai Jumpa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar