Selasa, 02 April 2013

Wanita, Sudah Seharusnya Jika Tidak Saling Menyakiti




Untittle Part 1

13.06
Untuk apa kita hidup? Apa hanya untuk makan  saja, atau hanya untuk menciptakan generasi2 baru di muka bumi?? Bagiku, kita hidup di dunia yaah buat ini,, buat menjalani takdir kita. Entah bagaimana dan sampai kapan. Kita hanya bisa menikmati indah dan sakit nya takdir itu (sekali lagi, ini versiku. Semoga kita sama).

Ini tentang wanita denga segala dinamikanya. Tentang  wanita yang selalu di takdirkan dengan kelemahan. Yaahh,, katanya wanita itu lemah,  wanita tidak bisa berbuat apa-apa, selain menjadi makhluk rendahan. Mungkin itu statement zaman dulu. Statement masa-masa pembodohan. Siapa yang menyangka, ternyata Wanita adalah makhluk favorit ciptaan Tuhan.  Seperti  catatan dalam akun facebook pribadiku (Hastuti Talangko) yang lalu (Me and My Girls), betapa banyak karunia Tuhan yang di berikan kepada wanita. Kekuatan di balik kelembutannya, sentuhannya yang hangat, hingga bisa menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan, etc. Begitu istimewanya wanita. 

“Wanita sederhana yang selalu bermasalah dengan hatinya” aku mengutip kata-kata ini dari seseorang yang pernah merasakan bangkit dan jatuh karena keistimewaan wanita (Aneh)

Hati. Bagian dari wanita yang sangat lemah. Sehingga banyak yang memanfaatkan bagian ini untuk melumpuhkan kekuatan wanita. Dan disinilah wanita mesti pandai mengelabui masalah itu.
Wanita dan masalah hatinya (cinta kepada lawan jenis) adalah dua sisi yang tidak dapat di pisahkan. Lihat  saja, berapa banyak wanita yang mengeluh karena karir, atau masalah kehidupan yang lainnya? Setiap keluhan pasti karena masalah hati. Sangat lebayy, tapi itulah wanita, sudah menjadi kodrat alam.

Lalu bagaimana jika masalah hati itu datang dari wanita lain. Sesama wanita saling menyakiti?? Sangat lucu. Seharusnya sesama wanita bisa saling mendukung dan memperjuangkan. Tidak harus saling menjatuhkan.

Mungkin sudah sepantas nya, wanita bisa memahami perasaan wanita lainnya.


innocent at maizonnet, April 3 2013

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar