Selasa, 18 November 2014

BBM Naik Lagi


klo harga BBM naik, move ke android atau ios saja, daripada galau?? *notsolution


Perjalanan kekantor hari ini lancar-lancar jaya. Tidak ada lonjakan kendaraan umum di jalan raya pada saat jam-jam sibuk. Ini efek dari demonstrasi mahasiswa yang menolak kenaikan BBM kemarin. Demonstrasi yang di lakukan mahasiswa berlangsung seminggu terakhir.

Aksi ini di picu oleh kebijakan pemerintah Jokowi-JK yang menaikan harga BBM bersubsidi dari Rp. 6.500/liter menjadi Rp. 8.500/perliter untuk bensin dan dari Rp. 5.500/perliter menjadi Rp. 7.500/perliter untuk solar pertanggal 18 November 2014 pukul 00.00 wib.

Menurut beberapa pihak, bahwa kenaikan BBM bersubsidi ini sangat ironis karena harga minyak dunia saat ini sedang menurun.

Mahasiswa yang melakukan aksi di beberapa titik kampus, terlibat baku hantam dengan aparat. Ada yang luka, ada motor yang di bakar, fasilitas kampus rusak,fasilitas umum rusak, warga terlibat baku hantam dg mahasiswa, macet, aktivitas lalulintas lumpuh. Pokoknya kenaikan BBM selalu berdampak kacau-kacauan, hantam-hantaman, macet-macetan.

Sejak kepemimpinan Presiden di jaman reformasi, tiap kali BBM akan di naikan pasti akan di warnai hal-hal carut marut. Maklum, untuk yang 32 tahun dahulu kan, jangankan berdemo, ngomong dikit saja di culik. Protes dikit saja di bunuh. (**Kehidupaang**)

Kembali ke topik. Kenaikan BBM kali ini sama seperti kenaikan BBM jaman SBY. Aksi besar-besaran yang di gelar mahasiswa merupakan titik puncak kemarahan kaum minoritas. 

Timbul pertanyaan, apakah aksi demo yang di lakukan oleh mahasiswa selama ini bisa mengubah keputusan pemerintah? Selama ini, belum pernah BBM tiba-tiba di turunkan oleh pemerintah karena aksi besar-besaran, atau aksi baku hantam. Lama kelamaan juga akan berjalan normal seperti biasa, dalam artian masyarakat akan menerima kebijakan ini. (walaupun pahit)

Dari sini muncul berbagai argumen.

Ada yang bilang, partai A dulu mati-matian menolak kenaikan BBM dan mengeluarkan buku putih yang isinya kebijakan-kebijakan lain yang bisa di ambil tanpa harus menaikan harga BBM. Tapi partai B tidak sependapat (saat itu, pemerintah dari partai B), menurut partai B, BBM harus di naikan, karena harga minyak dunia sedang naik. Dengan beberapa pertimbangan lain bahwa subsidi BBM akan di alokasikan sebaik-baiknya untuk rakyat.

Nah, sekarang ketika sekarang pemerintah dari partai A berkuasa, sepakat dengan kebijakan harga BBM harus naik, walaupun saat ini harga minyak dunia sedang menurun. Alasan partai A, ada kesalahan manajemen anggaran negara pada saat pemerintahan sebelumnya, dengan asumsi subsidi BBM akan di cabut dan di gunakan untuk membangun dan meningkatkan infrastruktur negara. Kembali partai B menghujat.

Kembali lagi, soal gonto-gontokan politik. (kubur saja soal kejujuran dan membela rakyat di negeri ini)


Saya hanya rakyat kecil yang kerja cari duit untuk memenuhi kebutuhan. Diluar sana, ada rakyat kecil lain yang jangankan punya duit untuk makan, kerja pun susah. Disaat harga ini itu naik, kami rakyat kecil ini putar otak agar kebutuhan sehari-hari bisa terpenuhi. 

Mau melawan, sejak jaman dahulu kala, perlawanan yang di lakukan rakyat kecil ini tidak ada artinya. Hanya menjadi tontonan kartun bagi mereka yang berkuasa. 

Dan kalian (mahasiswa yang berdemonstrasi) mungkin kita harus sedikit mengubah cara **protesnisasi**. Selama ini, aksi demo hanya menjadi cemoohan dari masyarakat yang kegiatan dan aktivitasnya terbengkalai gara-gara macet, baku serang, baku tembak, baku lempar de es be.

Iyaaa, aksi demo tidak mengubah kebijakan pemerintah.

Seumur otak keceku mulai berfungsi dengan baik, satu-satunya aksi demo paling kece itu adalah peristiwa mei 98, saat itu mahasiswa dan LSM turun kejalan menuntut agar presiden Soeharto turun dari jabatannya. Meskipun harus mengorbankan puluhan nyawa (Kalian Pahlawan).

Ini adalah hari ke dua BBM dengan harga baru, harga sembako mulai naik, sewa angkot juga, bayar ini itu juga, tapi Gaji gag naik, uang jajan apalagi.

Janji pemerintah yang baru untuk mengalokasikan subsidi untuk kesejahteraan rakyat semoga tak ingkar.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar