Selasa, 18 November 2014

Ulkus Kornea

Just share
 
Azahra Yulianti
Nama gadis kecil ini aza. Sejak 2 bulan terakhir mata nya tidak mampu terhadap cahaya berlebihan. Menurut orang tuanya, aza tidak bisa keluar rumah sejak bangun pagi hingga sore hari. Entah karena silau atau sakit, tapi matanya tidak mampu melihat cahaya secara langsung. Ketika sore hari, matanya masih belum mampu menatap langsung cahaya, tapi sudah bisa keluar kamar meskipun dengan terus menundukan kepalanya dan menatap kebawah.
Menurut diagnosis dokter mata, kornea mata aza luka, atau dalam bahasa medis di sebut Ulkus Kornea.

Ulkus Kornea

Pernah dengar kata ulkus kornea gag?
Anatomi Mata
Ulkus kornea adalah luka terbuka pada kornea mata, atau keadaan patologik kornea yang ditandai oleh adanya infiltrat supuratif disertai defek kornea bergaung, diskontinuitas jaringan kornea dapat terjadi dari epitel sampai stroma.
Penyebab Ulkus kornea  :
  1. Infeksi  oleh bakteri
  2. Kekurangan vitamin A atau protein
  3. Mata kering
Ulkus kornea juga bisa di sebabkan oleh masuknya benda-benda asing kedalam mata yang menyebabkan kornea pada mata tergores. Benturan oleh benda keras juga bisa menjadi pemicu terjadinya ulkus kornea.
Ulkus kornea bukan merupakan penyakit mata, melaikan infeksi yang disebabkan oleh human eror. Namun infeksi ini bukan berarti tidak berbahaya, kelalaian dalam pengobatan atau membiarkan infeksi ini terus menerus akan menyebabkan ulkus kornea berat, yaitu perusakan pada jaringan mata dalam.
Gejala ulkus kornea :
  1.   Pada infeksi ringan, gejala yang timbul adalah fotopobia atau paka terhadap cahaya dan  peningkatan produksi airmata. Pada gejala ini akan tampak bintik atau garis pada kornea.
  2. Pada infeksi berat, ulkus atau garis luka telah menembus hingga ke jaringan mata dalam yang menyebabkan gangguan penglihatan.
Pengobatan infeksi ini harus di lakukan sejak dini, dan di tangani oleh dokter spesialis mata agar tidak terjadi cedera yang lebih parah.  Dengan pengobatan, ulkus kornea dapat sembuh tetapi mungkin akan meninggalkan serat-serat keruh yang menyebabkan pembentukan jaringan parut dan menganggu fungsi penglihatan.
Komplikasi lainnya adalah infeksi di bagian kornea yang lebih dalam, perforasi kornea (pembentukan lubang), kelainan letak iris dan kerusakan mata.
Tergantung kepada penyebabnya, diberikan obat tetes mata yang mengandung antibiotik, anti-virus atau anti-jamur.
Untuk mengurangi peradangan bisa diberikan tetes mata corticosteroid.
Untuk lebih meyakinkan, sebaiknya di USG terlebih dahulu, agar bisa di ketahui apakah jaringan yang rusak hanya pada kornea luarnya saja atau sudah  masuk pada jaringan dalam. Dari hasil USG dapat di ketahui sejauh mana tingkat kerusakan jaringan, sehingga dapat di lakukan tindakan yang lebih lanjut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar