Rabu, 18 Februari 2015

Mengobrol Dengan Diri Sendiri Itu Perlu



 By : Hidromatul Maqnuah

Writer, Atul
Hari yang cerah, kita tahu medsos menjadi semacam diary, yang entah di sengaja maupun tidak, pemilik akun menginginkan semua orang tau apa yang dia lakukan dan rasakan. Hal ini menjadi ruang ekspresi bagi penggila eksistensi.
Namun, tidak semua pemilik akun menggunakan medsos sebagai ruang pengakuan dunia, karna ada sebagian dari mereka yang menggunakannya hanya untuk bersenang-senang atau hanya sekedar iseng. Tentu mereka tidak akan menggantungkan diri pada eksistensi medsos.
Ada istilah lama mulutmu harimaumu dan kemudian muncul istilah baru statusmu harimau mu. Tulisannmu harimaumu. Apapun yang kalian ungkapkan dalam medsos bisa menjadi boomerang bagi pemiliknya. Sampai ada kasus pencemaran nama baik yang di pidanakan hanya karna seseorang  curhat di medsos. Untuk itu, kita memerlukan control diri untuk menggunakan medsos dengan bijak. Tapi apa mau di kata medsos memang sungguh menjadi lahan yang menggiurkan, bukan?? Terlebih lagi untuk mereka yang sedang dalam masa galau.

Mami Ecka Pramita
Mengenai control diri, saya jadi teringat status BBM senior sekaligus teman yang baik. Mami Ecka. Begitu saya biasa memanggilnya. Tidak ada alas an khusus kenapa saya suka memanggil mami, selain daripada sosoknya yang keibuan (menurut saya).
Oke, mari kita kembali pada status mami di PM (personal Message), mami menuliskan sebuah pernyataan bahwa “terkadang, mengobrol dengan diri sendiri itu di perlukan”. Saya sepakat dengan pernyataan tersebut. Jika tadi saya katakan tentang control diri dari kilauan medsos, saya rasa inlah salah satu caranya. Berbicara dengan diri sendiri selain daripada membicarakan dengan orang lain tentunya.
Pernakah kalian mengobrol dengan diri sendiri seolah-oleh diskusi? Jangan pernah beranggapan bahwa yang demikian itu memalukan. Gila. Sesungguhnya tiidak segila itu. Bukankah orang gila tidak pernah menganggap bahwa dirinya gila? Mereka selalu beranggapan bahwa drinya waras. Bahkan bisa jadi mereka menganggap orang yang lain yang normal itu gila. Kenapa? Karna orang normal penuh dengan masalah mereka mengeluh, resah, merasa tertekan. Sedangkan orang gila selalu menikmati apapun yang mereka lakukan. Hidup untuk di nikmati bukan? Jadi hal ini tidak salah. Tidak akan menjadikanmu aneh ketika mengobrol dengan diri sendiri selama kita sadar dan bisa mengontrolnya.
Disadari atau tidak, sebenarnya hal ini bisa membantu kalian saat dalam masalah karna hanya diri kalianlah yang paling, mengerti dan memahami kondisi sebenarnya. Berbicara dengan orang lain tentu diperlukan. Meminta bantuan orang lain untuk mencarikan solusi dari suatu masalah memang baik. Tapi apakah kalian sadar apapun solusi yang orang lain berikan, hasil akhirnya tetap diri kalian yang memutuskan. Apakah sanggup atau tidak. Dan jika kalian melakukan hanya karna itu dari orang lain, saat solusi gagal, kalian pasti sedikit banyak akan menyalahkan orang yang memberimu solusi. Berbeda kalian melakukan dalam keadaan lain. Tetapi kalian yang memutuskan apakah dilakukan atau tidak. Saat gagalpun, kalian tidak akan menyalahkan orang lain. Dan lagi, bergantung pada orang lain itu tidak baik, tidak akan menjadikanmu mandiri.
Saat kalian mengobrol dengan diri sendiri secara tidak langsung akan ada pembagian peran. Ada yang mengadukan masalah dan memberikan solusi. Percayalah kita tidak diciptakan bodoh. Tuhan menciptakan kita begitu sempurna ketimbang makhluk hidup yang lain. Itulah kenapa kita harus bisa survive dengan diri sendiri.
Jiwa manusia terdiri dari tiga bagian. Ide, ego, super ego. Dimana setiap bagiannya mempunyai peran sendiri saat kita mengalami masalah.
Kemarin, saat saya dan mami ecka mendiskusikan hal ini kami sepakat bahwa control manusia terletak pada ego. Semua yang mereka lakukan berawal dari ego. Tentang apa yang mereka pikirkan dan lakukan. Namun dalam menghadapi msalah, tiga unsure tersebut akan bersaing tentang apa yang akan di putuskan. Termasuk ketika kita mengobrol dengan diri sendiri saat menggali solusi. Ego dan ide akan berbenturan hingga kita harus mendengarkan superego untuk menstabilkan.
Manusia membutuhkan kesadaran saat melakukan atau memutuskan sesuatu. Karna tanpa kesadaran, manusia akan sama dengan hewan. Jadi jangan khawatir, ketika kita mengobrol dengan diri sendiri dengan penuh kesadaran kita tidak akan menjadi gila.
Kesadaran seperti apakah itu? Kesadaran tanpa pembenaran.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar